Jl. Monjali No. 51B, Nandan Gemawang Sinduadi Mlati Sleman, 55284

Bali – PT Redesign Consulting bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat menyelenggarakan kegiatan Peningkatan SDM Parekraf dalam Pengembangan Kepariwisataan Daerah (Desa Wisata) Berbasis Potensi Lokal dan Subsektor Ekraf Unggulan yang berlangsung selama tiga hari, tanggal 19–21 Mei 2026, bertempat di Hotel Neo Kuta Jelantik, Bali.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf), staf teknis, serta pejabat fungsional di lingkungan Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat. Pelatihan dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam mendorong pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Redesign Consulting, Riski Aditya, S.Kom., M.Cs., menyampaikan bahwa pengembangan sektor pariwisata saat ini tidak hanya berfokus pada destinasi, tetapi juga pada penguatan kualitas SDM yang mampu mengelola potensi daerah secara kreatif dan berkelanjutan.

“Desa wisata dan ekonomi kreatif merupakan kekuatan baru dalam pembangunan daerah. Karena itu, diperlukan SDM yang adaptif, inovatif, dan mampu mengangkat potensi lokal menjadi daya tarik yang bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik yang nantinya dapat diimplementasikan di Kabupaten Kutai Barat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat, FX Sumardi, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi aparatur dalam menghadapi perkembangan sektor pariwisata yang semakin kompetitif.

Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan kolaborasi, inovasi, serta pemahaman yang baik terhadap potensi budaya, alam, dan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

“Kutai Barat memiliki kekayaan budaya dan potensi wisata yang sangat besar. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat wawasan dan kemampuan teknis peserta agar mampu mendorong pengembangan desa wisata yang berkualitas dan berdaya saing,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber berpengalaman, di antaranya Ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran yang membagikan praktik pengelolaan desa wisata berbasis masyarakat dan budaya lokal, serta tim dari Ekraf Griya Anyar Dewata yang memberikan pemaparan terkait pengembangan subsektor ekonomi kreatif unggulan.

Memasuki hari ketiga, seluruh peserta melaksanakan kegiatan studi tiru secara langsung ke Desa Wisata Penglipuran dan Griya Anyar Dewata. Kunjungan tersebut bertujuan memberikan pengalaman lapangan kepada peserta terkait tata kelola destinasi wisata, pemberdayaan masyarakat, pengembangan produk ekonomi kreatif, hingga strategi menjaga keberlanjutan desa wisata.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu memperoleh wawasan, inspirasi, serta praktik baik yang dapat diterapkan dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Barat ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *